Translate

Saturday, June 6, 2015

Kita

Kita

Solo, Januari 2009

Suasana masih pagi, seperti biasa gw dengan beberapa teman seangkatan waktu kuliah dulu punya tempat buat nongkrong
paling enak sejagat raya, counter pulsa Mas Sholeh, tempat yang sangat nyaman untuk mengobrol dan belajar kala itu.
maklum gw masih semester 3 waktu itu, jadi benar benar banyak materi kuliah dan praktikum yang harus di pahami
meskipun gw sendiri tidak paham apa yang gw baca waktu itu, setelah kuliah jam pertama, sekitar pukul 10 Pagi
gw melihat seorang wanita berjalan di depan mata gw, gw ga tau siapa namanya, yang gw tau dia adik kelas gw di Jurusan
Biologi Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Jujur ini mungkin yang dinamakan cinta pandangan pertama, ga ada hujan, petir, atau gempa bumi sekalipun, gw bisa beneran jatuh cinta sama dia
ga butuh waktu lama buat gw tau siapa namanya, karena kebetulan ada temen seangkatan dia yang gw kenal, Maya namanya. Mungkin ini memang udah Rejeki gw kali
ada perekrutan pengurus baru untuk HIMABIO atau Himpunan Mahasiswa Biologi untuk angkatan 2008. gw sudah bergabung di HIMABIO dari setahun sebelumnya walaupun
fungsi gw sebenarnya apa ga jelas di situ mau ngapain. Saat itu gw sebagai staf di Bagian Humas HIMABIO, kebetulan maya ini masuk dalam perekrutan.

Emang dasar sengaja, Ketua HIMABIO ini adalah sahabat baik gw waktu kuliah namanya Tomo, namanya sahabat pasti gw cerita ke dia soal ketertarikan gw sama maya.
dengan seenak hati dia memasukkan maya kedalam bidang Humas HIMABIO ini, awal mula cerita adhi dan maya dimulai dari sini

"dhi, maya gw masukkin ke bidang lo ya? biar lo bisa deketin dia gitu"
"alhamdulillah" tekyu Tom, tau aja lo ah"
"mau nomernya skalian ga ni dhi?"
"ada gitu emang nomornya tom?"
"ada lah, nih catet 0857*******"
"tenyu tom" gw mengahiri pembicaraan singkat gw dengan Tomo

hampir seminggu gw mikir gimana caranya gw kenalan sama dia, yang jelas ga sampe tanya sama mbah gugel buat soal ginian, ok baiklah ketemu caranya
caranya gampang kenapa ga gw tanya saja soal kesan dia masuk HIMABIO, kan pasti dibalas, klo ditanya gw siapa ya bilang aja temen sebidang lo di Humas.

"Halo, malam, Maya ya... saya adhi kakak tingkatmu di Biologi" sms malam itu tidak langsung dibalas sama maya, ada kali itu 15 menitan baru dibaca.
gayung bersambut, sms di balas
"malam mas, iya saya maya, ada apa ya?" balasan maya kala itu
"gpp, tanya aja gimana rasanya masuk di HIMABIO?"
"ya begitulah mas, nyenengin juga tambah temen dan pengalaman baru"

sms pun berlanjut hampir tiap hari, hingga suatu saat adhi ini tau kalo maya ternyata sudah punya pacar, pacarnya temennya seangkatan juga.
sms kita pun terhenti kurang lebih 2 minggu.
emang jodoh Allah ga salah kali ya, maya putus dengan pacarnya ini, dan bisa dipastikan penyebabnya bukan gw. catet bukan gw.
intensitas smsan mereka pun dimulai, hingga pada saatnya mereka akan ngedate untuk pertama kalinya, masih kerekan di otak gw dengan jelas hari apa, jam berapa, cuma ga ingat tanggal berapa
itu hari kamis, janjian jam 7 malam, gw sudah dikasih alamat kosnya dia waktu itu, sampailah gw di depan kosnya yang gw masih abu-abu letak persisnya.
emang beneran sial gw hari itu, sinyal Im3 di Kota solo mengalami gangguan, jadi sms dan telepon semua gagal. iya beneran gangguan jaringan.
gw cuma bisa nunggu maya di depan kos dia, dengan harapan dia keluar dari kos dan ketemuan sama gw. namun sial datang lagi, maya ga keluar kos, padahal dia juga nungguin gw.
jadilah kita sama-sama nunggin, jawabannya sudah bisa di tebak, ngedate gagal total kawan... hampir 3 jam nunggu depan kos dia dan hasilnya tidak ada.

semua sms dan telepon yang pending tadi baru masuk ke hp maya tengah malam, ya sudahlah mungkin belum waktunya dikasih waktu buat jalan berdua.

semasa kuliah gw ikutan gabung di MXRC (MX Rider Community) ya semacam klub pecinta jupiter mx gitu lah, kebetulan malam minggunya kita berencana Touring ke Sragen
dan inilah awal mula gw boncengin di motor ini Maya, sumpah demi Allah gw ga ambil kesempatan apapun selama gw boncengin dia, karena buat gw bisa jalan bareng dia itu udah jadi sesuatu yang
waah banget lah, gw kenalin lah maya ini ketemen-temen MXRC gw, pada dikira maya ini pacar gw, tapi ya sudahlah terserah mereka saja, awal mula kedekatan kita
dimulai dari sini dari Sragen, dan gw berterima kasih banget sama saksi bisu Jupiter Mx, dari motor ini awal mula semuanya

tapi memang rencana Allah itu Indah banget, hari minggu 29 Maret 2009. HIMABIO UNS mendapatkan undangan dari HIMABIO UMS (Univ. Muhammadiyah Surakarta).
semua pengurus ngumpul dulu di kampus, dan jeng jeng..... gw kebagian boncengin maya, gw lupa bagaimana ceritanya kita jadian, karena memang gw dengan maya
ga pernah pake istilah nembak, kita sendiri juga bingung mau nentuin kapan hari jadian kita, ya pokoknya tanggal 29 Maret 2009 jadi awal mula gw memulai "hidup" dengan maya



6 Tahun berlalu, ribuan kilometer sudah kita jalani bersama, duka dan cerita bahagia lainnya sama-sama kita lewati, pertengkaran pertengkaran bisa kita selesaikan
ga cukup ratusan Rim kertas untuk menceritakan kisah Hebat kami selama 6 Tahun ini, dari ke parang tritis, Pacitan puluhan kali, Pandawa Water Boom dan terakhir kita ke Bromo

maaf buat segala kekurangan dan kenakalan gw selama ini, banyak salah-salahku yang kamu maafkan dan kamu lupakan, gw cuma manusia biasa yang tentu ga bisa lepas dari salah.
terima kasih untuk Cinta, Sayang, Perhatian yang kamu berikan selama ini.
AKU SAYANG SAMA KAMU, LILLAHITA'ALA, sayangku padamu ini semata niat karena Allah, niat untuk menjalankan sunahNYA..

Semoga Allah memberikan Jalan yang terbaik untuk kita, entah untuk sekarang, atau dikehidupan yang lainnya...



Salam


Adhi


Monday, May 18, 2015

Life is... (part 1)


Pagi yang cerah di bulan september 2012, matahari menunjukkan keperkasaannya dihadapan jutaan manusia yang menyambutnya pagi itu
Tomi laki-laki berusia 23 tahun yang baru saja lulus dari Universitas Negeri Di Jawa Tengah memulai petualangan barunya di Kota Kelahirannya Biak, Papua
tekad sebagai seorang sarjana muda mencari pekerjaan untuk membawanya ke perjalanan hidupnya di masa depan

"akhirnya aku kembali lagi ke sini,
ke kota tempat ku lahir dan di besarkan"

ini adalah hari pertamanya di Biak setelah kembali dari masa studinya di Jawa, belum banyak yang dilakukannya selama seminggu
setelah kembali ke kota asalnya, paling hanya sebatas bertemu dengan teman lamanya dan seputar kegiatan para pengangguran pada umumnya
dan pekerjaan pertamanya setelah kembali ke biak adalah sebagai petugas pasang tenda dan supir mobil rental
dia tidak perduli dengan status sarjana yang disandangnya.

"biar orang mau bilang apa, asal pekerjaan ini halal dan bisa memberikan senyuman buat saya" pikirnya saat itu

alunan lagu dari peterpan yang berjudul menghapus jejakmu, berbunyi dari hpnya suatu pagi.. suara telepon ternyata
telepon dari om nya, atau dari "bos" tendanya, karena selama tomi belum punya pekerjaan tetap dia dipekerjaan oleh omnya sebagai petugas pasang tenda

"tom, melu ra meh masang tendo, akeh iki" kurang lebih artinya mau ikut pasang tenda atau tidak, banyak ini
"oke lek, sek yo tak adus sek" (oke om, sebentar saya mandi dulu)

meluncurlah tomi dengan motornya menuju rumah om nya untuk memulai pekerjaannya pagi itu
di awali dengan memindahkan perlengkapan tenda dari gudang ke mobil, dan segala macam perlengkapan pendukung lainnya
ternyata lokasi pemesan tenda cukup jauh kurang lebih sekitar 1 jam melalui perjalanan darat

Doni, pemuda asli papua yang menjadi rekan kerja tomi saat itu, berperawakan kecil, pendek, botak namun memiliki selera humor yang tinggi
hal ini yang membuat tomi betah untuk berpartner dengannya dalam hal pasang memasang tenda.

"mas, sa punya tebakan " kata doni memulai conversation kala itu
"apa?"
"kalo di mainin dia tegang, klo ga dimainin lemes, huruf depannya K belakangnya L"
sontak tomi tertawa lebar mendengar tebakan temannya ini, karena yang ada dipikiran tomi pertama kali adalah
alat yang dimiliki setiap laki laki di seluruh dunia
"ba mas jangan tertawa dulu, tra kurang ajar, gampang ini"
"aeh sa tra tau, terlalu sulit buat dijelaskan" jawaban tomi langsung sambil tertawa
"Jawabannya itu...."

To Be Continued....