Biak adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah utara dari pulau Papua. Biak merupakan bagian dari Provinsi Papua yang memiliki sebutan Pulau Karang Panas, karena Biak merupakan sebuah Pulau yang di penuhi karang. Pada zaman dahulu Pulau Biak termasuk wilayah kekuasaan kesultanan Tidore yang membaginya menjadi 9 distrik. Pada Perang Dunia II, lapangan terbang strategis milik Pasukan Imperial Jepang berada di sana sebagai pangkalan komando pada Perang pasifik. Tentara Amerika Serikay kemudian menguasai pulau itu. Pada 19 Mei 1944, pertempuran antar tank terjadi di Biak, hal itu di buktikan dengan masih adanya sisa-sisa dari masa peperangan pada jaman dahulu.
Biak menjadi milik In donesia dari genggaman Belanda bersama dengan Irian Jaya (Papua) yahun 1960-an. Pada tahun 2005 Pemerintah Rusia berkomitmen untuk meluncurkan roket dan satelit dari Pulau Biak karena lokasi yang strategis serta berada tidak jauh dari lautan dan juga biak dilalui oleh garis Khatulistiwa. Namun niat tersebut mendapat penolakan dari masyarakat asli Biak, karena mereka menganggap ada tujuan lain dibalik peluncuran roket dan satelit tersebut yang nantinya akan merugikan mereka.
Di Biak juga terdapat beberapa kantor Pemerintah yang secara nasioanal Kantor-kantor tersebut hanya ad beberapa di Indonesia, dan Biak dipercaya oleh Pemerintah untuk menjalankan program dari pemerintah untuk wilayah Timur Indonesia, di antaranya LAPAN ( Indonesia Institute of Aeronautics and Space) dan Kementerian Lingkungan Hidup Pusat Pengelolaan Ekoregion Papua, alasan beragam mengapa Pulau Biak dipilih menjadi tempat untuk kantor pemerintah tersebut.
Pulau Biak juga mempunyai daerah wisata yang wajib dikunjungi oleh anda yang akan bekunjung ke Papua, beberapa tempat wisata tersebut adalah "Batu Pica", Pantai Bosnik, Taman Anggrek dan Taman Burung, dan masih banyak pantai lainnya, "Batu Pica" menjadi tempat wisata paling mengesankan selama hidup di Pulau biak, karena lokasi tersebut mendapat pengakuan dari National Geographic Traveler Magazine, edition may 2013 karena keindahan ombak besarnya yang mencapai 10 meter.
Foto: sari asih
Pulau Biak juga memiliki sebuah angkutan umum yang akan menjadi tidak lazim bagi para pendatang karena sebutan namanya, jika anda berkunjung ke Pulau Biak anda akan menemukan "taksi" yang tidak biasa. Jangan membayangkan taksi seperti di kota-kota besar, karena taksi di Biak adalah angkot yang biasa kita temui di Kota lainnya, entah mengapa mereka menyebutnya taksi, tapi hal tersebut sudah terjadi sejak dulu.
Inilah biak dengan semua kelebihan dan kekurangannya.. sampai jumpa di pembahasan tentang Pulau Biak selanjutnya, best regard....

No comments:
Post a Comment